28 Februari 2010

Rinduku Pada Pemandangan Indah di Indonesia, Orang Baca Buku!


Aku merindukan pemandangan yang indah…di Indonesia. Pemandangan yang menurut aku sangat mengharukan dan sekaligus membanggakan, yaitu pemandangan ketika ada banyak sekali orang di sekeliling kita yang sedang membaca…di halte bis, kedai kopi, kereta api, taksi, mobil pribadi, di dalam bis, di dalam angkot mikrolet…metromini, kopaja; atau mungkin di halaman parkir sekolah ketika para ibu muda menghabiskan waktunya menunggui anak-anaknya di sekolah dengan membaca, bukan dengan bergosip.

Pokoknya membaca apa saja yang di sukai…buku, majalah, koran, komik, atau situs-situs ilmu pengetahuan di internet lewat ponsel.

Terus terang, aku iri melihat bangsa lain mempunyai kebiasaan membaca yang sudah mendarah daging, contohnya negara Jepang. Sejak kecil aku sudah mendengar dari orang tuaku tentang kebiasaan orang Jepang yang senang membaca. Mereka membaca dimana saja, di dalam kereta, di dalam bis, apalagi di rumah dan sekolah! Makanya tak heran dari segi ilmu pengetahuan dan kwalitas hidup, mereka jauh lebih hebat dari kita. Karena membaca membuat setiap orang mempunyai semangat hidup untuk lebih kreatif.

Dengan membaca setiap orang akan mendapatkan inspirasi bagi kehidupannya untuk berbuat sesuatu yang lebih baik dan pada akhirnya akan memperbaiki kwalitas hidupnya.

Sayangnya aku belum sempat berkunjung ke Jepang. Namun…yuk kita tengok hasil bidikkan kamera rekan kita yang tinggal di Jepang. Foto ini aku ambil dari Baltyra.com. Semoga foto-foto ini menyentuh hati kita semua untuk makin giat membudayakan gemar membaca di segala lapisan.



Menurut teman kita yang menulis di Baltyra.com ini, masyarakat Jepang sangat menghargai setiap waktunya. Salah satunya yaitu mengisi waktunya dengan membaca sebanyak-banyaknya. Jadi tak heranlah jika di dalam kereta api listrik yang penuh sesak pun, sambil berdiri bergelantungan, masyarakat Jepang tetap asyik membaca buku.



Mereka bisa berkonsentrasi membaca alias tak peduli keadaan di sekitarnya, misalnya kesibukan orang yang hendak naik turun di setiap stasiun ketika kereta api berhenti sejenak. Mereka tetap membaca. Hebatnya mereka tak mual-mual dengan posisi membaca sambil berdiri sementara kereta api listrik itu melaju terus dengan cepat. Nah, yang tak kebagian tempat duduk saja asyik baca, apalagi yang kebagian tempat duduk…mereka tak mau kalah melahap buku. Wow, keren.



Sebenarnya, aku adalah salah satu manusia langka di tanah air ini yang kebetulan juga senang baca, tak peduli tempat dan waktu. Contohnya…Maaf…sejak TK aku punya kebiasaan unik di toilet…yaitu Buang Air Besar (BAB) sambil baca majalah anak-anak. Nah, kebiasaan itu ternyata masih berlanjut hingga aku setua ini.

Kemana-mana aku selalu membawa bahan bacaan di dalam tas. Kadang membawa buku, terkadang majalah….

Nah, aku suka iseng membaca buku dimana saja…di kedai kopi, di halaman parkir sekolah ketika menjemput anak pulang sekolah…di pinggir kolam renang ketika anak asyik les berenang…dan lain-lain.

Aku terkadang jadi suka malu sendiri karena tanpa aku sadari diam-diam banyak orang di sekeliling aku yang memandangi aku bagai makhluk aneh…ya…mungkin karena mataku tak pernah lepas dari buku atau majalah yang ada di tanganku. Sadar kalau aku di mata mereka menjadi ‘orang teraneh’ saat itu, maka segera aku memasukkan bahan bacaanku ke dalam tas. Namun begitu ada kesempatan lagi mambaca alias tidak ada lagi yang menganggap aku orang aneh atau…ketika mereka sudah pergi…maka aku melanjutkan lagi dengan membaca. Ha ha ha ha….

Begitulah hidup di Jakarta yang katanya sebagai barometer ilmu pengetahuan atau gudangnya ilmu pengetahuan di Indonesia. Tapi sayang penduduknya memandang orang yang hanya diam dengan membaca buku justru dianggap sebagai orang aneh alias KUPER yang artinya KURANG PERGAULAN. Masyarakat kita akan lebih menerima orang yang banyak bicara atau bahkan pintar bergosip dari pada si penggila buku. Weleh-weleh.

Semoga mulai detik ini, semakin banyak orang di tanah air yang sadar betapa sehatnya budaya baca ini. Semoga akan semakin banyak orang yang berani alias tidak malu-malu membaca buku di tempat umum. Jangan takut deh disebut KUPER. Kalau takut dibilang KUPER maka bangsa kita tidak akan maju. Akan semakin tertinggal dengan beberapa negara tetangga kita yang kabarnya juga sudah mulai gemar membaca…misalnya Malaysia dan Singapura.

Bagaimana dengan bangsa-bangsa di benua Eropa dan negara Amerika Serikat? Kalau mereka juga sama seperti orang Jepang, gemar baca buku. Bahkan sejak berabad-abad yang lalu.

Yuk kita jadikan bangsa kita ini lebih hebat dari sekarang dengan dimulai dari diri kita sendiri…membaca dimana saja…kapan saja… membaca apa saja yang bermanfaat bagi kehidupan kita.

Bagaimana komentar dan pengalaman anda pribadi?

(See the picture above this in www. Baltyra.com)

0 komentar:

Poskan Komentar