21 April 2010

Hai, Selamat Hari Kartini untuk Wanita Hebat

Sudah sepantasnya hari ini, Selasa 21 April 2010, aku mengucapkan selamat hari Kartini kepada seluruh wanita Indonesia dimana pun mereka berada.

Wanita adalah sosok mahluk cantik yang hebat. Hebat karena wanita secara kodrati memiliki tanggung jawab mendidik dan membesarkan putra atau putri yang lahir dari rahimnya. Untuk peran yang satu ini sungguh tidak mudah. Namun sayangnya peranan sebagai ibu selalu dipandang remeh oleh siapa pun, baik itu oleh kaum pria mau pun oleh kaum wanita sendiri. Menjadi ibu rumah tangga juga termasuk profesi yang hebat!

Bayangkan, agar seluruh sendi kehidupan dalam rumah tangganya berjalan lancar, seorang ibu setiap paginya harus sudah bangun pukul 04.00 WIB. Banyak pekerjaan yang sudah menunggunya, terutama menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya ke sekolah atau kuliah. Setelah anak-anaknya berangkat ke sekolah atau kampus, seorang ibu masih harus mencuci pakaian, cuci piring, memasak makanan untuk siang hari, membereskan rumah, dan seterusnya.

Pada waktu sore atau malam harinya, seorang wanita yang memiliki anak harus menemani mereka belajar.

Semua aktivitas yang padat dan melelahkan tersebut seringkali juga masih harus ditambah dengan memberi kata-kata nasehat kepada anak-anaknya yang malas mandi, malas gosok gigi, malas membereskan seperai kasurnya, malas belajar, suka minta dibelikan ini dan itu padahal keuangan keluarga tidak memungkinkan, malas sekolah, suka menggunakan kosa kata kasar jika berbicara, dan lain sebagainya.

Sungguh hebat kodrat seorang wanita seperti itu. Merekalah wanita yang sempurna, yang memberikan seluruh hidup dan dirinya untuk kesejahteraan keluarga.

Dengan tanggung jawabnya yang berat sebagai seorang ibu, seorang wanita jauh di dalam lubuk hatinya juga ingin maju. Ingin mempunyai peran ganda dalam kedudukannya di masyarakat. Maka saat ini sudah banyak wanita Indonesia yang dapat meraih cita-citanya menjadi guru, dokter, insinyur, wirausahawan, pedagang, diplomat, anggota DPR, menteri, dan bahkan presiden.

Betapa hebatnya kaum wanita. Inilah atmosfir yang dicita-citakan dan diperjuangkan pahlawan nasional Ibu Kartini dan rekan-rekannya yang lain, Ibu Dewi Sartika, Cut Nyak Dien…

Aku bangga pada semua kaum wanita yang mempunyai peran ganda tersebut. Seorang guru misalnya, sebelum berangkat mengajar tentu dia harus memastikan tersedianya sarapan bagi anak dan suaminya. Berarti dia juga harus bangun lebih awal ketimbang anak dan suaminya karena harus memasak terlebih dahulu. Selesai mengajar di sekolah, saya yakin sudah segunung aktivitas yang menunggunya di rumah…bersih-bersih rumah, mencuci pakaian, dan lain sebagainya.

Nah, bagaimana dengan para wanita diplomat, anggota DPR, atau menteri? Ya, sama saja. Walaupun mereka memiliki pembantu rumah tangga atau babysitter jauh di dalam lubuk hatinya ingin pula sesekali jika ada waktu luang memasak makanan kesukaan keluarga. Ya, sama saja, itulah kodratnya menjadi wanita, apapun profesinya, wanita tetaplah mahluk cantik yang ingin memberikan hidupnya bagi kebahagiaan keluarga.

Menjadi seorang wanita yang ingin maju dalam segala bidang kehidupan tidak mudah. Sebab untuk melangkah maju menjadi wanita karier, wanita harus pandai-pandai mengatur waktu, agar putra atau putri yang lahir dari rahimnya berkembang menjadi manusia seutuhnya. Selamat hari Kartini ya…

0 komentar:

Poskan Komentar